Jumat, Oktober 31, 2008

last minute concert

Beberapa menit sebelum saya ninggalin kantor Weda Bay Nickel untuk yg terakhir kali, kawan2 menyuruh saya nyanyi. wah, ransel udah dipunggung, jam udah nunjukin jam 16 lewat sementara angkutan travel saya ke Bandung berangkat ontime jam 17. Tapi karena saya inget bahwa mungkin saya lama sekali nggak akan ketemu lagi sama mereka, akhirnya saya ambil gitalele lalu mainkan satu lagu buat mereka.


Guys, i love being with you in this office, every minute of it...

Knock... knock... knockin' on heaven's door... hey... hey... hey... hey... yeah... yeah...

Kamis, Oktober 30, 2008

Rasa Yang Tertinggal (by ST 12)


Bila asmaraku t`lah tiba
Merenggut nafas di jiwa
Itu dia..yang datang hadirkan cinta
Menyebar ke dalam rasa

Dapatkah ku mengatakannya
Perasaan yang ku punya
Untuk dia meskinya kuungkapkan saja
Tuk dapat jawaban darinya

Reff :
Dapatkah aku memeluknya
Menjadikan bintang di surga
Memberikan warna yang bisa
menjadikan indah

Aku tak mampu mengatakan
Aku tak mampu tuk mengungkapkan
Hingga sampai saat ini
perasaan t`lah tertinggal

Dapatkah dia merasakan satu nafas
yang tersimpan
Itu bukan cinta sekedar cinta biasa
yang sesaat dan trus sirna

Two Men Accoustical Jam



- I Want to Hold Your Hand, Let It Be, Imagine, Hey Jude, Jealous Guy


- Aku Cinta Kau dan Dia, Rumah Kita,


- Crazy Little Thing Called Love, Knockin' on Heaven's Door



Sabtu, Oktober 25, 2008

Reunion with The Rumpies

Dari sekian teman kuliah di unpad yang masih in touch sampe sekarang adalah the Rumpies, geng mahasiswi Gemasi 87 yang masih recet kalo ketemuan, walau usia mereka sudah tidak muda lagi. Weekend kemarin, we managed to meet. Awalnya ngumpul di rumah Emmy di Dago Pojok. Rumah Emmy ini tempat ngumpul kami dulu sepulang kuliah, buat nonton vcd, nyanyi2 sampe pianonya rusak(!), masak2, dll (sementara Emmy tidur!) Suasana masih seperti dulu. Sri dan Qnoy inspeksi sampe ke dapur, tempat mereka masak2.

Setelah ngobrol2 sebentar, kami jelan ke daerah Bandung atas. Di Galeri Selasar Sunaryo yang terkenal itu, kami berhenti dan berharap bisa cari makanan di cafenya (konon Kopi Selasar di situ luar biasa). Kami masuk ke galerinya, tapi... teu ngarti aning! Mungkin apresiasi seni rupa saya perlu dikalibrasi lagi setelah sekian lama terjebak di hutan. Ada bbrp karya yg menarik perhatian saya, seperti Thawaf atau Thawaf II yang berupa lingkaran2 mengelilingi sebuah kotak kecil di tengah. Sayang sekali nggak boleh ambil foto di galeri itu.

Karena nggak yakin bisa menemukan makanan yg cukup nendang buat perut kami, perjalanan dilanjutkan ke atas, sampai akhirnya pilihan dijatuhkan pada Cafe The Valley. Kami pun ngobrol ngalor ngidul mengenang masa lalu. Some people never change. The Rumpies ini masih tetap seperti dulu. Rame, rame, dan rame. Sayang sekali the Rumpies yg lain gak bisa hadir. Yayu lagi sibuk ngurusin anaknya les piano, jadi cuma bisa kirim mms dan minta dikirim mms acara reunian ini. Wita, entah di mana dia sekarang... Mungkin acara akan lebih heboh lagi
kalo ada Iwan, atau Chairul. Atau Rama? :)

Acara bubar jam 17. Nice to see you again, gals...

Kamis, Oktober 23, 2008

I beat the Cube!

Kemarin siang saya jalan ke PIM2. Di lantai paling atas deket XXI ada counter penjual mainan. Ada Rubik Cube di sana. Saya kenal mainan karya Ernő Rubik ini saat duduk di kelas 1 SMP. Saya ambil satu cube dari rak, lalu memutar2 cube... serasa muda lagi, jadi anak SMP lagi... (bohong banget!).

Singkatnya saya beli satu, yang murah saja: Rp 6oK. Ada versi mahalnya, Rp 180K sih, tapi kok kayaknya kemahalan. Jadi kemarin saya coba menyelesaikan 6 sisi, ternyata gagal. Cuma bisa 1 sisi dan 2 layer. Kurang 2 jurus lagi, untuk bisa menyelesaikan 6 sisi. Semaleman di tempat kost, saya coba utak atik lagi, gagal. Saya inget saat SMP dulu, saking gemesnya gak berhasil bikin 6 sisi, sticker Cube itu saya lepas satu persatu, lalu ditempelkan lagi sehingga warnanya cocok 6 sisi. Malah, saya pernah (OK, sering) bongkar Cube, lalu menyusunnya sampai jadi.

Pagi ini, sehabis subuhan, saya coba lagi utak atik Rubik, dan... BERHASIL! Sekarang masalahnya adalah ... speed. Mungkinkah saya bisa ngalahin Yu Nakajima ?

Yu Nakajima (中島 悠? born February 15, 1991 in Kushiro, Hokkaidō) is a Japanese Rubik's Cube solver. Yu holds the current world record for average (11.28 seconds) and formerly held it for single times (8.72 seconds) on the standard 3×3×3 cube solution. Both records were set on May 4, 2008, at the Kawashi Open 2008. He beat the previous world record holder Edouard Chambon, who had a single solve record of 9.18 seconds. In addition, he is the current world record holder for the Rubik's Cube: One-handed event with the time of 14.56 seconds, set at the Tokyo Open 2008.

Berikut adalah bbrp fakta menarik ttg Rubik:

Kalau setiap detik kita putar satu sisi Rubik satu kali, maka diperlukan waktu 1400 juta tahun untuk menghabiskan semua kemungkinan konfigurasinya.

Rubik termahal adalah Masterpiece Cube, diproduksi oleh Diamond Cutter International. Actual size dan bisa dimainkan, cube ini terdiri dari 225 karat amethyst, 34 karat ruby, 34 karat emerald, semuanya dirangkai emas 18 karat, dan bernilai hampir 1,5 juta US dolar.

Lebih dari 300 juta Rubik sudah terjual di seluruh dunia. Jika semua cube ditumpuk-tumpuk, tingginya bisa mencapai puncak Mount Everest, dua kali.

Once again, I beat the Cube...!

Jumat, Oktober 17, 2008

With friends like these, who needs enema?

Menyusul pengunduran diri saya dari Weda Bay Nickel, saya berkunjung ke site Tanjung Ulie di Halmahera untuk hand over pekerjaan, sekaligus berpamitan kepada kawan2 di site & stakeholder lain (kepala desa, tokoh agama, pemuda, masyarakat, dll). Sedih juga rasanya meninggalkan site yang selama 1,5 tahun ini rutin saya kunjungi setiap bulan. Pertemanan yang tulus, baik dari karyawan2 lokal maupun import benar sukar dilupakan.

Terbayang kembali malam2 bersama Ector & kawan2 menikmati ikan bakar & cumi, kunjungan ke Gua Boki Moruru bersama Nur Zamsari cs, segelas teh sarang semut yang disajikan langsung oleh Pak Usman Sitorus, atau malam2 jam session bermain musik bersama Ruslan, Ami, Gina & Westly. Semua akan saya kenang sepanjang hayat.


Dalam perjalanan dari desa ke desa, saya banyak diam dan merenung. Iringan lagu yang diputar dalam mobil benar2 pas dengan keadaan saat itu. Kawan Ucu dan CLO/Humas yang menyertai saya ikut menyanyikan lagu tsb, bikin saya semakin pingin mewek:

polo pa kita, sayang
ciong pa kita, sayang
ini yang terakhir torang dua baku dapa
bukang untuk mo bapisah



Di desa Lelilef Sawai, saya juga berpamitan kepada Pendeta Herry Mangadil yang selama ini merupakan mitra perusahaan dalam membangun desa. Pak Pendeta mendoakan saya agar saya sukses di tempat yg baru dan juga memberdayakan masyarakat di tempat lain. Terima kasih, Pak Pendeta!

Dalam perjalanan pulang dari site, kawan2 yang sedang berada di Manado bikin acara farewell, atas inisiatif Pak Ami agar "Pak Harry dirawat baik2". Awalnya mereka kaget, dan mengira saya sakit dan perlu dievakuasi.



Farewell di Manado.
Ki-ka: Usman Sitorus, Roy, Ector, Gina, dr Aldi, Rudy, Harry
Thx semuanya. Thx Pak Ami...



Ector, one of the coolest bartenders, is serving all of us, with style.


Di Jakarta, kawan2 WBN dari lantai 11 juga mengadakan acara farewell di Hotel Grand Mahakam. The spirit of togetherness was in the air. Merci beaucoup, mes amis!

Ki-ka: Sofyan, Emil, Oci, Puri, Zul, Raldi, Ria 11, Harry, Yati, Donald




Roni & Donald... Adakah yang bisa merekam suara "Hehehe..." khas Roni? Saya mau dong buat dijadiin ringtone.

Once again, thank you all. Keep in touch, Visit often. :)

Click here to read Sofyan's report about this farewell dina.

Kamis, Oktober 09, 2008

AuRUM Reunion Session 2008



Lebaran hari ketiga, dua kawan ex-Kelian Dede Yusuf dan Yudhi Purwandi bertandang ke rumah. Setelah acara remeh temeh bermaafaan dalam suasana idul fitri, mereka berdua langsung saya giring ke ruang tengah buat ngejam.

Gak lama, lagu2 yang sering kami bawakan buat mengisi hari-hari di site Kelian kembali terdengar. Yudhi langsung buka dengan intro lagu Deddy Dhukun & Dian Pramana Putra berjudul Oh Ya. Selanjutnya Yudhi lebih tertarik memainkan digital drum dan memberikan gitar ke Dede Yusuf. Udah deh, ... semua lupa diri dan larut membawakan lagu2 macam Kujemu, Senja Terakhir, dll. Jeda di antara lagu selalu diisi dengan cerita nostalgia tentang 'kenakalan' kami di Kelian dulu.

Aurum adalah band yang dibentuk karyawan PT Kelian Equatorial Mining, sebuah tambang emas di Long Iram, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kami latihan rutin sepulang kerja, kadang sampai jam 23.00. yah, mau ngapain lagi di tengah hutan? Daripada ke Ketang atau Kilo Dua? ;) Fyi, Aurum sempat memecahkan rekor MURI sebagai band yang mentas di tempat ter dalam di muka bumi, yaitu 200 m di bawah permukaan laut, tepatnya di dasar pit (lubang tambang) Kelian. Yes, we are proud of it!

Dari sekian banyak lagu yang pernah dimainkan Aurum, hanya tiga yang sempat masuk studio rekaman (di Bandung), yaitu Senja Terakhir, Purnama Di Namuk, dan Sejuta Mimpi. Sejumlah puisi dan lirik lagu belum sempat dicari melodinya, antara lain berjudul Ngimpi Modol, Pesta Duren, dll. Hingga kini semua lirik tsb masih tersimpan baik di mailbox Yudhi. Moga2 suatu saat kami sempat bikin lagu bareng lagi. ;)


Rabu, Oktober 08, 2008

Good Bay, Weda Bye...



[Excerpts from my resignation letter]

Tak terasa sudah hampir 1,5 tahun saya bergabung di PT Weda Bay Nickel dan bekerja dalam kebersamaan yang hangat bersama anda semua. Kini tiba saatnya bagi saya untuk pergi. Saya berhenti bekerja di PT Weda bay Nickel per tanggal 31 Oktober 2008 dan selanjutnya bekerja di sebuah perusahaan kontraktor tambang sebagai CSR Coordinator mulai tanggal 3 November 2008.

Saya yakin selama bergabung dengan WBN, ada banyak sekali kesalahan yang saya perbuat, baik perkataan, sikap ataupun perbuatan yang kurang pantas. Sudilah kawan2 semua memaafkan.

Terima kasih saya ucapkan kepada kawan2 yang telah banyak membantu saya dalam melaksanakan tugas selama ini, Pak Malcolm Baillie dan Pak Alain Giraud, para GM dan manager, rekan2 superintendents, supervisors, adik2 officers, termasuk para konsultan, dan stakeholder lain. Para special friends di WBN Jkt (Poros Weda Argh, Weda Beh, Weda Cieeh), Suku Togutil Metropolis, LESU (Lantai Sebelas Underground), Klub JJSP (Jari & Jempol Sang Penyelamat), Pak Yogi (a.k.a. Giyo) and all drivers, ... I'm lucky to know you all, brothas 'n sistas! Tetap Semangatt!

Sampai jumpa lagi Mbak Siti, Hendra, & Sawir di Ternate, Pak Jones Supit, Donald & Alfons di Manado. Thx for everything.

[deleted]

Selamat tinggal para penghuni Base Camp Tanjung Ulie (terutama Blok D & E), Pak Ami, Pak Les, Pak Xtof dan semua yang tidak bisa saya sebut satu per satu, PERSETAN (Persatuan Sepakbola Tanjung Ulie), FPI (Front Penggemar Ikan), Petaksarmut (Pekerja Tambang Ketagihan Sarang Semut), dan SKILL (Serikat Karyawan Inginnya Lao-Lao), dan Les Maréchaussées de Tandjoeng Oelie... Teruskan perjudian, eh salah... teruskan perjuangan!

Menjalin silaturahim tidak harus satu kantor bukan? Please, keep in touch. Email permanen saya adalah [deleted] No HP 0817 [deleted].

Je serai toujours fier de dire que j'ai travaillé avec les professionnels passionnés @ PT Weda Bay Nickel. I will always be proud to say that I worked with passionate professionals at PT Weda Bay Nickel.





Photograph taken by Christophe Thillier