Minggu, 06 April 2008

WE WILL ROCK YOU: When Galileo Meets Scaramouche


Saya suka Queen sejak SMP. Ceritanya begini, (ehm!): Ada preman mabok yang jual kaset bekas (tanpa case dan cover, produksi Aquarius, belakangan saya tau itu kaset Best of Queen I). Mungkin dia pingin beli rokok atau apalah, yg jelas itu kaset jadi teman setia saya setiap malam sebelum tidur. Sejak itu saya suka grup ini, dan saya terus hunting album2nya, baca artikel2nya, dan mencoba memainkan lagu2nya (cuma berhasil bbrp lagu saja, itupun versi sederhana). Tak terasa, sudah puluhan tahun saya dengerin musik mereka. Sampe hafal. Anda boleh test. Sebut judul lagu Queen, saya akan bisa menyanyikannya, dan mungkin bisa cerita sedikit ttg lagu tsb, ada di album mana, ttg apa, siapa penciptanya, dll.

Jadi saat tau ada produksi drama musikal We Will Rock You (WWRY) di Inggris tahun 2002, saya sudah berniat pingin nonton (kalo suatu saat mentas di Indonesia). Nah, bbrp minggu yg lalu, saya baca bahwa WWRY akan mentas di Singapore. Ha! Saya pun mulai cari2 jadual.

Saya beruntung. Segala jalan dimudahkan. Tiket pesawat, tiket pertunjukan, akomodasi, kawan seperjalanan seselera senasib sepenanggungan... Alhamdulillaah! Singkatnya, kami berhasil tiba di Singapore dengan selamat.


Melangkah pasti menuju Esplanade Theatre, Singapore.


Saya menyarankan supaya beli tiket yang terbaik, yang dapat best view. Sayang kan udah jauh2, tapi nontonnya terhalang?


Crest Queen dari album A Night at the Opera.

Tata lampu, sound, dan special effects benar2 menggetarkan.
Saya nggak akan cerita banyak soal ceritanya. Silakan aja baca Kompas. Yang jelas, setting ceritanya adalah tahun 2302, saat kaum Bohemian memberontak akibat kesewenang2an Killer Queen. Dukungan layar multimedia, laser, menjadikan suasana futuristis sangat terasa.

Adegan paling dramatis menurut saya adalah saat Galileo dan Scaramouche sedang berduaan di sebuah gubuk, saat mereka lari dari kejaran Killer Queen, Khasoggi, dan antek2nya. Terasing berdua di gubuk sederhana, dengan latar ribuan bintang berkelap kelip (bintang banyak temannya!), wah... pemandangan luar biasa. Apalagi kemudian Galileo & Scaramouche menyanyikan "Who Wants to Live Forever?", pas banget:

But touch my tears with your lips... Touch my world with your fingertips... And we can have forever... And we can love forever... Forever is our today... Who wants to live forever... Who wants to live forever... Forever is our today... Who waits forever anyway ?


Bergaya di lobby theatre, sambil mikir2 gimana caranya supaya poster yang nempel itu bisa dibawa pulang ke Cijambe.



Merchandise yg dijual bikin lidah melet. T-Shirt, pin, CD, keychain, dll.



Saya beli CD soundtrack Rock Theatricalnya. Saya memang ngumpulin lagu2 cover version dari grup2 yg saya suka. CD WWRY ini jelas mesti masuk ke dalam koleksi saya. Berikut ini tracklistnya:
1. Innuendo
2. Radio Ga Ga
3. I Want To Break Free
4. Somebody To Love
5. Killer Queen
6. Play The Game
7. Under Pressure
8. A Kind Of Magic
9. I Want It All
10. Headlong
11. No-One But You (Only The Good Die Young)
12. Ogre Battle
13. One Vision
14. Who Wants To Live Forever
15. Flash
16. Seven Seas Of Rhye
17. Don't Stop Me Now
18. Another One Bites The Dust
19. Hammer To Fall
20. These Are The Days Of Our Lives
21. We Will Rock You
22. We Are The Champions
23. We Will Rock You (Fast Version)
24. Bohemian Rhapsody
Mendengarkan CD ini, seperti mendengarkan Queen rasa baru, gabungan antara lagu2 dari Freddie Mercury Tribute Concert dengan soundtrack film Flash Gordon. Maksud saya, kita bisa dengerin lagu2 Queen, tapi tidak dinyanyikan dan dimainkan oleh Queen, dengan tambahan sedikit2 dialog dari para karakter dalam WWRY.

3 komentar:

Dumuro mengatakan...

See Please Here

Morningdew mengatakan...

Ha! So, you did go and see the show :-) Told ya it'd be worth it. And I see you found time to pop over to Max Brenner's, too ;-)

XINATRIA aka KILLER KING mengatakan...

iya dew... kalo malem, nongkrong di teras cafe seputaran esplanade, asyik juga...