Jumat, 28 Desember 2007

You Know Where You Are? You're in The Tee Box, Baby...

Beberapa hari lalu ada kabar dari milis. Ada event Iron Maiden vs Guns N' Roses plus Smashing Pumpkins Tribute. Saya suka banget sama Guns N' Roses. Iron Maiden? Saya cuma tahu lagunya beberapa belas. Ada bbrp yg saya suka. Smashing Pumpkins? Not my kinda music. Jadi di sini saya akan lebih banyak ngomentarin suguhan lagu2 GNR aja.

Awalnya saya males2, terus terang, karena mengingat jatah GNR hanya sepertiga dari acara malam itu. Cuma karena lagu2 GNR lah saya mau berangkat ke luar tempat kost. Acaranya mulai jam 20.00. Saya keluar rumah tepat jam 20.00. See my eagerness? Biasanya saya nggak pernah mau terlambat untuk mendatangi acara2 yang saya suka.

Suasana The Tee Box beda jauh saat saya datang dulu, sekitar 6-7 tahun yang lalu. Lebih bagus, lebih mewah, dan tetap temaram. Beberapa kawan dari komunitas milis 80-an sudah lebih dulu datang. These cool guys are nice to be with. Acara ngaret hingga 1,5 jam. Kalo nggak ketawa ketiwi sama member milis 80an, mungkin saya sudah naik darah.









Acara dibuka dengan penampilan Sexy Dancer. What's so sexy about these gals? They are so young. Kenapa harus pake acara melenggang lenggok sambil buka baju? Or maybe I'm too old?

















Pemandu acara adalah seorang MC tambun dengan rambut merah. Mirip Taufik Savalas yang mendiang. Cukup lucu, dengan selingan kuis dan games berhadiah.


Opening act... Efek Rumah Kaca! Menampilkan trio yg memainkan drums, gitar dan bass. Lagu dan musiknya entah apa. Ngayayay! Mungkin mereka ngasih nama Efek Rumah Kaca dengan harapan bisa menghangatkan suasana. Mereka gagal. Buat saya, itu musik cocok untuk pengantar bunuh diri. Ini acara buat penggemar Iron Maiden & Guns N Roses. Kok dikasih musik mirip gamelan Jawa. Gaya panggung juga cuma berdiri mematung, mirip action figures saya di rumah. Sorry guys, you're in the wrong place. There's nothing wrong with your music. Cuma salah tempat aja, man... that's all.


Penampil berikutnya... Chapter 69. No comment.


Next... Seventh Son... Boleh lah... Muncul dengan kostum serba hitam, permainan gitar, bass, dan drums cukup padu. Lengkingan vokalisnya cukup mirip dengan Bruce Dickinson. Cuma penampilannya kurang mendukung. Badan cungkring dengan potongan rambut model Liam Galagher. Walaupun begitu, kemampuannya boleh lah. Lagu2 macam Power Slave, Aces High, dan The Trooper dibawakan dengan baik.









Akhirnyaa.... Locomotive! Pernah bayangin postur Axl Rose? Nah, vokalis Locomotive ini sama sekali gak ada mirip2nya sama Axl. Bohay dan botak. Tambun dan plontos. Saya langsung pesimis. Tapi siapa duga saat si gendut ini buka mulut, suaranya serak2 powerful mirip Axl. Goyangannya juga mirip.


Lagu hits pun digeber. Mr Brownstone, My Michelle, Rocket Queen, Live and Let Die, Sweet Child O'Mine, dan November Rain. Seperti Guns N' Roses, Locomotive juga tampil tanpa repertoir. Gak tau lagu apa yg berikutnya akan dinyanyikan. Alhasil, tiap selesai lagu, sang vokalis (Ucok?) nanya ke penonton lagu apa yang mau dinyanyiin.




Saat menyanyikan lagu Patience, semua penonton ikut menyanyi. Kewl! Pas di bagian akhir lagu ini (I need you... Ooooh, I need you...), suara bang Ucok ini gak nyampe. Bisa dimaklumi, karena memang bagian itu termasuk kategori 'only Axl can'.





Vokalis Ucok cukup komunikatif dengan penonton. Bercanda dengan bilang "Lagu berikut berjudul Janganlah Kau Menangis...". Lagu Rinto Harahap? Ternyata bukan.... tapi lagu Don't cry. Tak pelak lagi, penonton tergelak. Saat Welcome to the Jungle, teriakan Axl di akhir lagu "You know where you are? You're in the jungle, baby!" Apa yg dikatakan Ucok instead? "Kamu
tahu berada di mana? Kamu berada di hutan, sayang!" Lagi2 penonton tergelak.
All in all, pertunjukan Locomotive semalam, boleh lah.... Untuk kangen2an dengan lagu2 GNR yg dibawakan secara live... sambil nunggu album Chinese Democracy yang udah belasan tahun gak nongol2. Kekurangannya adalah kejelian para personil Locomotive untuk memilih efek gitar yg pas sehingga mirip dengan lengkingan gitarnya Slash, atau keyboardis yang kurang tepat milih suara grand piano. Suasana khidmad opening piano November Rain jadi terdengar lucu ... tang ting tung!

Saya cukup puas dengan acara semalam. Walaupun gak seheboh yang saya harapkan. Audio dan lighting biasa saja. Biasanya kalo denger lagu2 GNR saya suka lupa diri dan meloncat2 di dekat panggung. Tadi malam, saya duduk manis, hingga bubar acara jam 01.00.

6 komentar:

Elvi mengatakan...

semua bete krn efek rumah kaca hiks.. hiks.. ditambah si ulet kekek nabil yg mondar mandir gak jelas.. pengen gw tampol deh .. maapin dia ya pak mod hehe..

XINATRIA a.k.a KILLER KING mengatakan...

No probs. Kalo dia nggak begitu, bukan dia namanya. Pasti serasa ada yg kurang. No need to apologize. :)

Sam mengatakan...

seru ya... kan sampe jam 1 pagi...

XINATRIA a.k.a KILLER KING mengatakan...

sampe jam 1 pagi, karena acaranya ngaret 1,5 jam. :(

CresceNet mengatakan...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my site, it is about the CresceNet, I hope you enjoy. The address is http://www.provedorcrescenet.com . A hug.

Anonim mengatakan...

lama euy......... nggak ketemu, udah beda gaya, apa mati gaya! mana rambut gondrong lo, apa udah bergaya excecutive terus mentok nulis blog doang, seru sih keren, boleh juga tuh bergaya ala the beatles '62-an gitu and gw penggemar the Beatles lho. BTW kalau foto sekalai-kali nggak kelihatan giginya dong bisa nggak? foto yang didepan taman Bunaken kayak Sibutet kerta rajasa lagi kelaperan he...he...he....tapi tetep harus ketemu-ketemuan ngumpul rame-rame!biar seru!!!!!!!ita