Rabu, 26 Desember 2007

The Rock: Proyek Masturbasi Ahmad Dhani

Setelah tau bahwa album ini meraih predikat Album Terburuk 2007 dan warning bahwa pembeli akan nyesel (review Rolling Stone edisi Desember 2007), saya malah jadi tergoda beli. Saya ingin tau seberapa nyesel saya bisa dibuatnya, sekaligus membuktikan seberapa akurat review majalah sekaliber Rolling Stone.

Ketika suatu sore saya jalan2 sepulang kerja dengan kawan Sofyan, saya lihat di rak ada album The Rock edisi soft pack. Harganya murah meriah. Cuma 25 rebu perak. Saya pikir, kebetulan banget nih. Kalaupun memang saya beli sesuatu yang sudah divonis terburuk dan ternyata benar adanya, damage cost yang saya keluarkan gak gede2 amat. Jadi tanpa ragu2, album The Rock saya bawa pulang.

Dari kemasannya saya lihat bahwa album ini adalah album daur ulang. dari 12 lagu, ada 7 lagu lama, termasuk bbrp lagu bonus yang diambil dari swing session pak D (panggilan untuk Dhani di lingkungan manajemen musiknya).

Full listing album The Rock ini adalah sbb:

Kamu Kamulah Surgaku

Munajat Cinta

aku Bukan Siapa Siapa

Dimensi

Aku Cinta Kau Dan Dia

Rahasia Perempuan

I Get a Kick Out of You *

Kasidah Cinta *

Aku Bukan Siapa Siapa *

Rahasia Perempuan *

My Way *

Arjuna *

* = Bonus dari swing session

Lagu Munajat Cinta dan Kamu Kamulah Surgaku bolehlah dianggap sebagai andalan album ini. Secara teknis dan musikal, nggak perlu dikomentari lagi. Kedua lagu ini masuk dalam 5 besar listing detik hits dan jadi ringtone dan ringback tone favorit saat ini. Kuping saya merasakan ada sedikit Linkin Park flavor dalam lagu Kamu Kamulah Surgaku. Lagu Munajat Cinta sebenarnya sederhana saja. Lagunya enak mudah dinyanyikan. Nama besar Ahmad Dhani sangat berpengaruh. Akan lain ceritanya kalau lagu Munajat Cinta ini diciptakan dan dinyanyikan oleh Deddy Dores.

Daur Ulang

Gejala 'brain drained' pada sosok Ahmad Dhani sudah jelas terlihat sejak keluarnya album Recycle+ Dewi Dewi yang membawakan lagu-lagu lama Dewa. Kalau keinginan untuk bereksperimen dengan mengaransir lagu2 hits Dewa dengan vokal cewe2 hasil audisi, boleh lah. Sekedar nunjukin bahwa lagu2 Dewa juga enak dihidangkan dengan rasa baru. Tapi kalau kemudian Ahmad Dhani jadi ketagihan dan melanjutkan dengan bikin album bersama bule2 Ozi yang juga membawakan lagu2 lama Dewa, maka yang perlu dikhawatirkan adalah gejala narsis yang kronis sekaligus 'brain-drained'. Saya bilang narsis karena dhani 'menggosok barang usang' supaya kembali mengkilap dan namanya kembali dikenang sebagai pencipta lagu2 tersebut. Di cover album The Rock itu tertulis Master Mister Ahmad Dhani I. Apa coba? Mungkinkah ini karena kreativitas Dhani tidak sederas dulu karena ada hingar bingar masalah keluarganya?

Saya curiga The Rock ini cuma semacam masturbasi dari Ahmad Dhani, menghibur diri, menyenangkan hati, sambil mengenang kejayaan masa lalu. Apalagi saat saya lihat Ahmad Dhani menyanyikan lagu2 Munajat Cinta dan Aku Cinta Kau dan Dia di acara Super Mama Indosiar, tapi tidak diiringi Achary pada bass, Michael pada drums, dan Clancy pada gitar. Dhani menyanyi diiringi tiga orang remaja Indonesia, dan diperkenalkan sebagai The Rock Indonesia. Hm.... Saya pesimis kita bisa mengharapkan akan ada album kedua dari The Rock.

Bonus Swing Session

Pernahkah anda membeli sesuatu barang hanya supaya bisa mendapatkan bonusnya? Atau membeli suatu barang, tapi bonusnya jauh lebih bagus dan berharga dari barang yg kita beli itu? Nah, album ini bisa jadi salah satunya. Bonus lagu2 swing sessions yang ada di album ini sangat bagus untuk didengar saat bersantai, atau dipakai slow dance bersama si dia. Tidak percaya? Coba putar lagu Arjuna atau Kasidah Cinta, lalu ajak kekasih anda slow dance. Priceless! Nggak rugi deh ngeluarin duit 25 rebu untuk beli album ini.

Now, ladies and gentlemen…. ada yang mau dengerin Ahmad Dhani masturbasi?

Tidak ada komentar: