Senin, 11 Mei 2015

Arrowguns @america - Gunners to the Bone

Saya suka nonton tribute band. Mereka tidak hanya mencoba memainkan musik band terkenal seakurat mungkin, tapi juga berkostum seperti band aslinya. Ada banyak tribute band yang cukup dikenal macam Mat Bitel (tribute The Beatles) atau Acid Speed (tribute The Rolling Stones). Nah, kalau anda penggemar Guns N’ Roses (GN’R), maka tribute band yang benar-benar ‘ngelotok’ ya cuma Arrow Guns. Mereka tak hanya memperhatikan unsur musikalitas, tetapi juga fashion dan attitude dari GN’R sampai detail.

Sudah lama saya tidak nonton Arrowguns. Mungkin mereka sering pentas di mana-mana, tapi sayang lokasi pertunjukan yang agak susah dijangkau, terutama bagi penggemar dari luar kota seperti saya. Jadi begitu ada kabar bahwa mereka akan mentas di @america Pacific Place pada Jumat malam (8 Mei 2015, saya segera menyiapkan segala sesuatu supaya bisa nonton.

Segalanya terlihat sudah direncanakan dengan baik. Tata panggung, tata suara dan cahaya sudah diatur secara sangat baik. Video wall di belakang panggung menampilkan visual yang cocok dengan lagu yang dibawakan. Pukul 19.30 Arrowguns muncul dan menggeber hits GN’R di hadapan sekitar 300 penonton.

 
Sesaat sebelum Arrowguns memainkan lagu Civil War, video wall menampilkan cuplikan film Cool Hand Luke yang dibintangi aktor Paul Newman. Kalimat "What we've got here is failure to communicate" terlihat diucapkan oleh Strother Martin (sebagai Captain, seorang sipir penjara). Tak lama intro Civil War mengalun, dan McAxl muncul mengenakan boots & jacket bertuliskan US ARMY. Upaya menampilkan cuplikan video film jadul (tahun 1967!) ini layak diacungi jempol. Para penggemar GN’R jadi tahu asbabun nuzul dari kalimat yang muncul di awal lagu tersebut. Dengan demikian tidak ada lagi dugaan-dugaan tanpa dasar yang sering dibahas di media sosial tentang siapa yang ngomong. 



Sanjoyo alias McAxl yang berperan sebagai frontman dari Arrowguns memang cukup memperhatikan detail. Dia tidak hanya menyanyi mirip Axl Rose, tetapi juga berdandan dengan kostul mirip AXL dari ujung rambut sampai ujung kaki: headband, shirt Kill Your Idol , white leather jaket, jam tangan merah, sampai ke sepatu dangan initial AXL. Tak hanya itu, gaya panggung, snake dance, hingga sorot mata kemarahan juga berhasil ditampilkan McAxl. Di sela lagu, Mc Axl juga berkomunikasi dengan penonton dengan suara sengau mirip Axl, “It’s glad to be here in Eindoneysie…” yang tentu saja disambut dengan sorak dan gelak tawa penonton. Kalimat2 pengantar sebelum menyanyikan lagu juga ditiru McAxl seperti “Tonight’s happy song kinda like a walk in the park…” Penggemar hardcore GN’R tentu sudah bisa menebak bahwa lagu berikutnya adalah Estranged.

McAxl juga merespon celetukan penonton yang mencemooh benda tumpul yang menyembul dari celana pendeknya dengan menjawab dengan logat Axl yang khas, “I don’t know what you mean by saying ‘Peler! Peler…!’”. Penonton pun tertawa. Good response, McAxl! Maybe you shoud wear a jockstrap next time.



Lagu Estranged ini memang istimewa. McAxl menyuruh berhenti di awal lagu ketika merasa ada lirik dan musik yang gak sinkron, persis seperti yang dilakukan Axl. Selain itu McAxl juga melompat dari panggung (sebagaimana Axl loncat dari kapal cargo). Kalaupun ada kekurangan, mungkin cuma Slash yang agak keteteran saat bermain solo dan McAxl juga tidak mengenakan jaket (ungu) saat menyanyikan bait terakhir Estranged.

Pada lagu apa Axl menyanyi sambil duduk? Tepat, lagu Patience. Selain video wall yang menampilkan cover album GN’R Lies…, McAxl juga mengambil posisi duduk seperti yang dilakukan Axl.





















Dari sekitar 300an penonton yang hadir, bisa dipastikan bahwa sebagian besar mereka adalah spesies Gunners berjenis hard core. Mereka hafal semua lagu. Bahkan saat November Rain dimainkan, seluruh bait pertama dinyanyikan oleh penonton. Tapi semuanya tetap tertib. Mungkin karena sistem pengamanan di @america yang begitu ketat, kelihatannya agak sulit menyelundupkan alkohol. Jadi Arrowguns pun sudah mengantisipasi lewat media sosial “maboknya di luar dulu ya”.







Menjelang akhir pertunjukan, McAxl turun panggung dan berlari ke belakang penonton. Sambil bernyanyi di antara penonton, McAxl melayani para penggemar untuk selfie. Saya termasuk beruntung karena McAxl berdiri persis di belakang saya. Hehe, nggak bisa selfie sama Axl yang asli, sama McAxl pun gak apa-apa lah…


  
Secara musikalitas, kemampuan Arrowguns tidak perlu diragukan lagi. Kemudian kemampuan untuk meniru gaya, kostum dan penampilan GN’R juga sudah OK. Semuanya nyaris sempurna untuk sebuah band tribute. They are true gunners – right to the bone. Kalaupun harus disebut sebagai kekurangan adalah bahwa Arrowguns tidak membawakan Sweet Child O’Mine, padahal lagu tersebut adalah salah satu trademark GN’R. Selain itu tiruan backing vocals Tracy Amos dan Roberta Freeman yang bersemangat meliuk-liukkan udel mereka yang bertindik agak kurang terdengar, kecuali di lagu Patience dan  Knockin’ on Heavens’ Door. 





GN’R adalah salah satu tonggak budaya pop, tak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di seluruh dunia. Dengan enam album dan penjualan mencapai lebih dari 100 juta kopi serta lirik2 yang mencerminkan budaya Amerika (seperti Civil War dan Paradise City), memang tidak salah jika GN’R ditampilkan oleh @america, sebuah lembaga yang merupakan pusat kebudayaan abad mutakhir di mana Anda dapat menjelajahi dan mengeksplorasi Amerika Serikat. Saya berharap semoga Arrow Guns dan @america bisa lebih sering bekerja sama dan menggelar acara serupa di kota2 lain di Indonesia.